billbox

Ayu PGSD-A 2010
Let's... Read to Understand ... .

Selasa, 31 Mei 2011

Potret... pengalamanku,,Makanan Khas Suroboyo-ku.. terkikis oleh jaman..


Yupps…. Awalna buat ide ini , binunk mau disi apa ya??
Alhamdulillah… semua serba kebetulan bget,, saya teringat wktu duduk dibangku SMA kelas 1, sekolahku ikut ajang bergengsi yang diadakan “ Toyota Eco Youth 2008”, kami menyambut lomba itu dengan semangat, akhirnya kami memanfaatkan yang sudah ada di kebun kami (teh Rosella, ketela, jagung,dsbx)yang diolah sendiri  yaitu “ Semanggi “ yang jarang didengar lagi .  Mendengar itu semua kami berantusias sekali untuk berlomba. Pada hari H, semua juri dari Jakarta pun hadir bserta anak buahnya, ada touris luar negeri juga. Mere ka semua disambut di Aditorium Semanggi kita ,dah pas kan namanya kebetulan banget… sebelum memasuki acara makan, para undanganpun disuguhi berbagai macam ketrampilan anak-anak Smandalas baik tarian, nyanyi, baca qur’an dan sebagainya.
Saat hidangan pecel semanggi dipersilakan, komentar positif pun mengalir dari bibir mereka, ada yang berkata “ makanan ini unik, enak, tradisional sekali, minta resep “hehehehee… mendengar itu semua kami sangat bangga dan optimis untuk menang,, seharusnya kita kudu wajid melestarikankannya pula.. !
Dan gak sia-sia, sekolah masuk dalam kandidat 30 besar(bukti dilihat dibawah)yang akan diberangkatkan di Jakarta. Wuuihhh…  .. senang sekali, :-D
Masih binunk, dan bertanya-tanya , apa sih Semanggi itu ????
Pecel ini berbahan dasar daun semanggi yang direbus dan disajikan dengan kecambah rebus kemudian disiram bumbu yang terbuat dari ketela rambat atau ubi jalar yang direbus dan dicampur gula jawa, garam, terasi, petis udang (makanya warna bumbunya berwarna hitam), sedikit kacang tanah, dan cabai.

Pecel ini disajikan tanpa nasi, hanya sayur semanggi dan kecambah disiram bumbu yang disajikan di dalam pincuk daun pisang. Untuk memakannya, kita wajib dan fardhu menggunakan kerupuk puli yang terbuat dari beras (di beberapa daerah di Jawa kerupuk ini disebut dengan kerupuk gendar) untuk memakannya.
Kerupuk puli ini berfungsi menggantikan sendok. Kalo cara saya makan, kerupuk dicuil kemudian cuilan ini digunakan untuk menyendok sayur dan dimakan bersama. Kerupuk ini sangat lebar sehingga kita harus berhati-hati membawanya supaya tidak jatuh (karena biasanya disajikan di samping pecel).
Semanggi merupakan makanan khassss Surabaya yang kini hamper terkikis oleh jaman yang serba modern ini, mengagumnyapun jarang ditemui apalagi penjualnya. Biasanya yang senang banget makan makanan ini itu ibu- bapak yang udah tua alias yang tahu betul tentang makanan ini. Sedangkan anak muda lebih memilih jajanan yang siap saji, direstoran dsbx. Mereka gengsi dan merasa gak gaul kalau makan semanggi padahal mereka salah , kita harus bangga dengan makanan ini karena hanya dijumpai di Surabaya, gak salah kalau “malingsia” selalu iri pada kita.
Jujur.. . sampai sekarang mamku menyukai makanan ini, hampir tiap minggu beliau selalu menunggu “buk”, panggilan akrab penjual semanggi tersebut di depan rumah dari jam 7-9 pagi. dan penjual semanggi gendongan itu pun hafal sekali tiap lewat depan rumah selalu memanggil menjajahkan gendongannya. aku pun ikut riuh bertanya-tanya, bahkan dengan tangan usilku, aku ikut mengaduk bumbu atau keisengan lainnya, serta makan bersama mamaku, terkadang aku pula yang bertugas menunggu buk nya datang  :-)
TERNYATA… penjual dan pemasok pecel semanggi itu berasal dari daerah Benowo yang lumayan dekat dari rumah dan sekolahku… kebetulan sekali… kerennn , aku bangga bangaett !!
Sebagai generasi muda kita harus melestarikannya, agar cucu kita juga dapat merasakan, misalnya dilakukan inovasi tanpa menghilangkan cirri khasnya agar lebih menarik untuk dicoba dan bersaing di rumah makan, yang jual anak-anak mda biar yang lain ngikutin, ckckckckck…
TERTARIK untuk mencobaa , harus itu … kudu dah !
“Jangan Ngaku Anak Surabaya dan pernah ke Surabaya Kalau Belum Ngerasain yang namanya Pecel Semanggi” hehehehehe… ;-D

Ada pun 30 sekolah yang lolos seleksi yang memamerkan karyanya di Taman Menteng dalam Program Toyota Eco Youth 3 2007-2008 adalah: 1. Jakarta, SMAN 33, SMA Nurul Falah, dan SMKN 36, 2. Bandung, SMAN 21, SMKN 7 dan SMAN 2., 3. Semarang, SMKN 2, SMKN 6, SMAN 13 dan SMKN 7., 4. Surabaya, SMAN 12, SMA Semen Gresik dan SMKN 3 Madiun., 5. Medan, SMKN 10 dan SMK Telekomunikasi Sandhy Putra., 6. Pekanbaru, SMAN 8., 7. Palembang, SMAN 6 dan SMKN 2., 8. Bandar Lampung, SMA YP Unila dan SMAN 1., 9. Banjarmasin, SMAN 6 dan SMKN 4., 10. Pontianak SMAN 3 dan SMAN 1., 11. Makasar, SMAN 17 dan SMAN 5., 12. Manado, SMAN 7 dan SMA Kristen nEben Haezar., 13. Jayapura, SMKN 6 Jayapura.
ESP-04
Sumber:
Koran Surya Pagi
Hal 10
Edisi : 10-15 April 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar